ASI

01.02.00 0

ASI (Air Susu Ibu)


ASI eksklusif yang diberikan selama enam bulan pertama yang dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun sangat dianjurkan. Pemberian ASI sangat bermanfaat baik bagi ibu maupun bayi. Bagi bayi, ASI dapat melindungi dari infeksi dan mengurangi angka masalah kesehatan di kemudian hari termasuk diabetes, obesitas, dan asma. Bagi ibu, menyusui membantu uterus berkontraksi dan perdarahan menjadi berhenti dengan lebih cepat setelah pelahiran. Menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium dan juga meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi.

ASI
ASI (Air Susu Ibu)


Banyak sekali keuntungan menyusui. Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi paling baik bagi bayi baru lahir. Banyak komponen dalam ASI yang membantu melindungi bayi melawan infeksi dan penyakit. Protein di dalam AS lebih mudah dicerna daripada protein di dalam susu sapi atau susu formula. Kalsium dan zat besi di dalam air susu ibu juga dapat dengan mudah diserap atau diabsorpsi.
Nutrien yang ditemukan di dalam ASI



Berikut ini beberapa komponen di dalam ASI dan nutrien yang diberikan untuk bayi bunda:

Protein

Air susu manusia mengandung dua jenis protein: whey dan kasein. ASI mengandung sekitar 60 persen whey dan 40 persen kasein. Protein yang seimbang ini memungkinkan protein cepat dan mudah dicerna. Jika susu artifisial atau buatan, juga disebut formula, mempunyai persentase kasein yang lebih besar, akan lebih sulit dicerna bayi. Sekitar 60-80 persen dari semua protein di dalam air susu ibu adalah protein whey. Protein ini mempunyai sifat melindungi dari infeksi.




Berikut ini protein khusus yang ditemukan di dalam air susu ibu dan manfaatnya:

  • Laktoferin, menghambat pertumbuhan bakteri yang bergantung zat besi di dalam saluran cerna. Protein ini menghambat organisme tertentu, sepert koliform dan jamur, yang membutuhkan zat besi.
  • IgA sekretorik, juga bekerja melindungi bayi dari virus dan bakteri, yang khususnya jika bayi, ibu, dan keluarga pernah terpapar. Protein in juga membantu bayi terlindung dari E. Coli dan kemungkinan alergi. Imunoglobulin lain termasuk IgG dan IgM, di dalam ASI juga membantu melindungi bayi dari infeksi bakteri dan virus. Makan ikan dapat membantu meningkatkan jumlah protein ini di dalam air susu ibu.
  • Lisosim, merupakan enzim yang memberi perlindungan terhadap E. Coli dan Salmonella. Protein ini juga meningkatkan pertumbuhan flora usus yang sehat dan mempunyai fungsi antiinflamasi.
  • Faktor bifidus, meningkatkan pertumbuhan laktobasilus. Laktobasilus merupakan bakteri yang bermanfaat melindungi bayi terhadap bakteri berbahaya dengan menciptakan lingkungan asam di mana bakteri tidak dapat hidup.


Lemak

Air susu ibu juga mengandung lemak yang penting (lemak esensial) untuk kesehatan bayi bunda. Lemak ini diperlukan untuk perkembangan otak, absorpsi vitamin larut lema, dan merupakan sumber kalori utama. Asam lemak rantai panjang dibutuhkan untuk perkembangan sistem saraf, otak, dan retina. Lemak ini disimpan di dalam otak selama trimester kehamilan terakhir dan juga ditemukan di dalam air susu ibu.

Vitamin

Jumlah dan jenis vitamin di dalam ASI secara langsung berhubungan dengan asupan vitamin ibu. Inilah alasannya, ibu harus mendapat nutrisi, termasuk vitamin yang adekuat. Vitamin larut lemak, termasuk vitamin A, D, E, dan K, penting bagi kesehatan bayi.

Vitamin larut air, seperti vitamin C dan vitamin B juga penting. Karena pentingnya vitamin ini, banyak penyedia layanan kesehatan dan konsultan laktaksi menyarankan ibu menyusui untuk terus melanjutkan mengonsumsi vitamin prenatal.

Karbohidrat

Laktosa merupakan karbohidrat utama yang ditemukan di dalam ASI. ASI mengandung sekitar 40 persen laktosa dari kalori total. Laktosa membantu mengurangi jumlah bakteri yang tidak sehat di lambung, yang meningkatkan ansorpsi kalsium, fosfor, dan magnesium. Laktosa membantu melawan penyakit dan meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat di lambung.

ASI yang terbaik untuk bayi bunda

Air susu ibu mempunyai kombinasi sempurna protein, lemak, vitamin, dan karbohidrat. Tidak ada yang lebih baik untuk kesehatan bayi bunda selain ASI. Leukosit merupakan sel hidup yang hanya ditemukan di dalam air susu ibu. Leukosit membantu melawan infeksi. Antibodi, sel hidup, enzim, dan hormon lah yang membuat ASI sangat ideal. Hal ini tidak dapat ditemukan di formula.

Meski sebagian wanita tidak dapat menyusui, banyak dari mereka yang berpikir tidak mampu memberi ASI sebenarnya mampu memberi ASI. Konsultan laktasi mampu memberi dukungan kepada wanita untuk belajar menyusui. Bagi mereka yang tidak mampu menyusui, donor atau bank ASI dapat menjadi alternatif.

Ibu Menyusui

02.26.00 0

Ibu Menyusui


Menyusui merupakan cara yang sehat untuk memberi makan seorang bayi, dan dapat membantu menciptakan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Bunda dapat mulai menyusui bayi Bunda setelah satu jam kelahiran. Pada pemberian makan pertama, Bunda akan memberikan kolostrum kepada bayi Bunda, air susu pertama yang dihasilkan payudara. Kolostrum membantu meningkatkan sistem imun. Menyusui juga membantu Bunda, karena menyusui merangsang kelenjar hipofisis untuk melepaskan oksitosin, hormon yang menyebabkan uterus Bunda untuk berkontraksi guna membantu menimalkan perdarahan.


Ibu Menyusui

Dukungan suami Bunda sangat penting. Keputusan wanita untuk menyusui bergantung apa yang suami pikirkan. Riset telah menunjukkan bahwa jika suami tidak ingin istrinya menyusui, wanita tersebut tidak akan menyusui. Jika menyusui penting bagi Bunda tetapi tidak penting bagi suaminya, jelaskan manfaat kesehatan bagi bayinya. Yakinkan suami bahwa ia dapat meminumkan bayi air susu yang diperas. Sering kali, ayah akan mendukung setelah ia memahami betapa positifnya pengalaman menyusui bagi seluruh keluarga.

Merupakan hak Bunda untuk menyusui. Sebagian wanita merasa terintimidasi terkait pikiran menyusui di luar rumah dan kemungkinan menyinggung orang lain atau membuatnya merasa tidak nyaman. Menyusui merupakan aktivitas alami dan merupakan hak Bunda untuk menyusui. 

Manfaat menyusui. Terdapat berbagai alasan yang baik untuk menyusui bayi Bunda. Menyusui itu ekonomis, Bunda tidak perlu membeli formula atau botol. Mudah untuk melakukan perjalanan bersama bayi karena Ada tidak perlu membawa tas tambahan untuk botol susu. Menyusui juga menghemat waktu Bunda; tidak perlu mencampur formula atau tidak perlu mensterilkan dan mengisi botol. Selain itu menyusui dapat meminimalkan alergi. Hampir mustahil bayi alergi terhadap air susu ibu. Jika terjadi alergi, hal ini biasanya karena protein yang terdapat di dalam air susu ibu. Bayi biasanya dapat terus disusui jika ibu menghindar makanan tertentu yang mengandung protein susu. Menyusui bahkan dapat membantu mencegah alergi susu. Hal ini penting khususnya jika terdapat riwayat alergi di keluarga Bunda atau suami. Semakin lama bayi menyusu, semakin kecil kemungkinan ia dapat terpapar zat yang dapat menyebabkan masalah alergi. 

Namun terkadang menyusui membuat wanita sangat terikat pada bayi mereka. Wanita harus selalu ada jika bayinya lapar. Menyusui juga membuat anggota keluarga lain yang ingin membantu memberi makan merasa terabaikan.


Bunda Menyusui

Masalah lain. Jika Bunda menyusui, perhatikan diet Bunda. Hindari makanan dan zat yang masuk ke air susu Bunda yang menyebabkan masalah bagi bayi. sebagian zat yang Bunda minum atau makan (atau dikonsumsi per oral, seperti obat) dapat menembus air susu. Makanan pedas dan cokelat dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Kafein di dalam air susu dapat menyebabkan anak rewel/gelisah dan tidak dapat tidur.

Lima alasan penting menyusui bayi

Kita tahu terdapat berbagai alasan yang baik mengenai manfaat menyusui. Ini lima di antaranya.
  • Air susu memberi perlindungan dari infeksi. Insiden infeksi telinga menurun drastis (hingga 50%) pada bayi yang disusui lebih dari 4 bulan.
  • Menyusui dapat membantu mencegah diare pada bayi, dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih.
  • Gigi permanen bayi akan tumbuh lebih sejajar/rata jika ia disusui pada saat bayi
  • Menyusui dapat menurunkan risiko diabetes masa kanak-kanak, limfoma (sejenis kanker), dan penyakit Crohn di kemudian hari.
  • Air susu mengandung zat bermanfaat yang tidak terdapat di sumber makanan lain. Misalnya, DHA terdapat di dalam air susu ibu. DHA (decosahexaenoic acid) adalah asam lemak struktural utama yang menyusun retina mata dan substansia grasia di otak. Selama kehamilan, bayi Bunda menerima zat penting ini melalui plasenta. Setelah lahir, ASI terus memasok DHA untuk bayi Bunda. Riset menunjukkan bahwa bayi dengan DHA dalam dietnya mempunyai IQ lebih tinggi dan perkembangan visual lebih besar ketimbang bayi yang disusui formula tanpa DHA.

Medikasi dan menyusui. Bunda pasti khawatir jika Bunda harus minum obat saat menyusui. Riset menunjukkan bahwa kebanyakan obat tidak memengaruhi kemampuan ibu untuk menyusui. Meski obat itu dapat menembus ke dalam ASI, kebanyakan obat tidak berbahaya bagi bayi.

Obat dan medikasi yang harus dihindari adalah obat ilegal/terlarang, obat kemoterapi, litium, beberapa obat yang menekan sistem imun, dan senyawa radioaktif. Hati-hati terhadap obat bebas juga. Kebanyakan obat tersebut merupakan kombinasi beberapa zat atau senyawa kimia, seperti alkohol, aspirin, atau kafein. Jika Bunda mempunyai pertanyaan, hubungi dokter Bunda.

Bagaimana dengan susu tambahan? Kadang kala Bunda ingin memberi susu tambahan, baik ASI yang diperah atau susu formula. Upayakan batasi pemberian susu tambahan ini hanya untuk satu atau dua hari. Susu tambahan dapat memengaruhi suplai ASI, mengurangi produksi ASI. Meski jika Bunda harus memberi susu tambahan lebih sering, pemberian ASI langsung paling bermanfaat bagi bayi.
   


Wanita Hamil

02.15.00 0


Wanita Hamil: Perubahan yang Terjadi



Meski kehamilan membawa kebahagiaan dan sangat dinanti, bukal hal yang tak-lazim bagi calon ibu untuk bertanya-tanya dan merasakan kekhawatiran. Pertanyaan tersebut bukan hanya mengenai perubahan yang kira-kira terjadi selama kehamilannya, tetapi juga kekhawatiran megenai perawatan tubuhnya untuk memastikan kesehatan anaknya yang belum lahir.

Wanita Hamil


Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tentang beberapa informasi tambahan yang mencakup bukan hanya ara merawat tubuh bunda saat hamil, tetapi juga beberapa perubahan yang akan dialami tubuh bunda dalam menyiapkan pelahiran.

Apa peran hormon selama kehamilan

Banyak kadar hormon yang berpengaruh di dalam tubuh selama kehamilan, dengan beberapa hormon memainkan peran utama selama kehamilan, seperti:
  • Human chorionic gonadotropin hormone (hCG). Hormon yang hanya diproduksi selama kehamilan, pertama kali dihasilkan oleh ovarium dan kemudian oleh plasenta. Kadar hormon hCG ditemukan di dalam plasma dan urine ibu yang meningkat pesat selama trimester pertama dan dapat turut menimbulkan mual dan muntah yang sering kali berhubungan dengan kehamilan.
Human chorionic gonadotropin hormone (hCG)

  • Human placental lactogen (hPL). Hormon ini dihasilkan oleh plasenta, yang memastikan perkembangan janin sempurna dan memainkan peran dalam menstimulasi kelenjar air susu di payudara dalam mengantisipasi menyusui.
Human placental lactogen (hPL)

  • Estrogen. Hormon ini bertanggung jawab atas perkembangan karakteristik seksual wanita. Kelompok hormon ini normalnya dibentuk di dalam ovarium, dan juga dihasilkan oleh plasenta selama kehamilan untuk membantuk mempertahankan kehamilan yang sehat.
  • Progesteron. Hormon ini dihasilkan oleh ovarium dan plasenta selama kehamilan, serta menstimulasi penebalan lapisan uterus dalam mengantisipasi implantasi sel telur yang dibuahi.


Peningkatan berat badan

Peningkatan berat badan setiap wanita berbeda-beda saat hamil, bergantung pada tipe tubuh. Tiap wanita hamil harus berbicara kepada penyedia layanan kesehatan tentang jumlah kenaikan berat badan yang tepat, dan juga diet serta latihan fisik mereka.
  • Jika IMT (indeks massa tubuh) sebelum hamil kurang dari 18.5 (berat badan kurang) maka peningkatan berat badan total selama hamil adalah 12.6-18 kg
  • Jika IMT sebelum hamil 18.5-24.9 (berat badan normal) maka peningkatan berat badan total selama hamil adalah 11.25-15.75 kg
  • Jika IMT sebelum hamil 25-29.9 (berat badan berlebihan) maka peningkatan berat badan total selama hamil adalah 6.75-11.25 kg
  • Jika IMT sebelum hamil lebih dari 30 (obesitas) maka peningkatan berat badan total selama hamil adalah 4.95-9 kg


Nutrisi wanita hamil

Untuk mempertahankan kehamilan yang sehat sedikitnya dibutuhkan sekitar 300 kalori ekstra (FDA, 2016). Kalori ini berasal dari diet seimbang dari protein, buah, sayur, dan gandum utuh atau karbohidrat lain, disertai gula dan lemak dalam jumlah sedikit. Diet sehat yang seimbang selama kehamilan juga dapat membantu meminimalkan beberapa keluhan kehamilan seperti mual dan konstipasi.

Asupan cairan juga penting untuk nutrisi kehamilan yang sehat. Wanita hamil harus minum yang cukup sebanyak 6-8 gelas air setiap hari, selain cairan dalam bentuk jus dan sup. Wanita hamil juga sebaiknya membatas asupan kafein dan pemanis buatan dan menghindari mengonsumsi alkohol.

Minum Air 6-8 Gelas Setiap hari


Selain itu, dianjurkan bagi semua wanita usia subur untuk mengonsumsi 0.4 mg asam folat setiap hari. Asam folat, suatu nutrien yang ditemukan di dalam sayuran berdaun hijau, kebanyakan buah beri, kacang-kacangan, buncis, buah  jeruk, sereal sarapan yang diperkaya, dan beberapa vitamin dan suplemen dapat membantu mengurangi risiko cacat otak dan medula spinalis (yang disebut cacat tabung saraf). Cacat tabung saraf yang paling sering terjadi adalah spina bifida, yaitu kondisi kecacatan vertebra (tulang belakang) yang tidak menyatu dengan sempurna, yang menyebabkan medula spinalis terlihat atau terpapar. Hal ini dapat menyebabkan berbagai derajat paralisis, inkontinensia, dan kadang retardasi mental.

Asam folat sangat bermanfaat selama 28 hari pertama setelah konsepsi, ketika sebagian besar cacat tabung saraf terjadi. Sayangnya, banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka hamil sebelum usia kehamilan 28 hari. Karena itu, asam folat harus dikonsumsi sebelum konsepsi dan berlangsung terus selama kehamilan.

Latihan fisik selama hamil

Latihan fisik rutin selama hamil, dengan persetujuan dokter atau bidan bunda, sering kali dapat meminimalkan ketidaknyamanan fisik dan membantu pemulihan setelah bayi lahir. Terdapat bukti bahwa aktivitas fisik dapat khususnya bermanfaat bagi wanita yang mengalami diabetes gestasional (diabetes akibat kehamilan). Latihan fisik aman dilakukan bagi setiap wanita hamil, kecuali wanita hamil mengalami:

  • Persalinan prematur (kurang bulan) pada kehamilan terdahulu
  • Perdarahan pervaginam
  • Masalah serviks
  • Cairan ketuban bocor
  • Sesak napas
  • Pusing dan/atau pingsan
  • Penurunan aktivitas janin atau komplikasi lain’
  • Peningkatan denyut jantung (takikardia)
  • Masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi


Jenis latihan fisik yang harus dihindari selama kehamilan:

  • Menunggang kuda
  • Ski air
  • Scuba diving
  • Ski tempat tinggi
  • Olahraga kontak fisik
  • Latihan fisik yang dapat menyebabkan cedera jatuh yang serius
  • Latihan fisik yang menindih punggung setelah trimester pertama (karena aliran darah yang berkurang ke uterus)
  • Latihan fisik berlebihan dalam cuaca lembap dan panas, karena wanita hamil mengalami pertukaran panas yang kurang efisien
  • Latihan fisik yang melibatkan manuver Valsalva (menahan napas selama latihan fisik berat), yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraabdominal


Panduan di tempat kerja saat hamil

Kurangi risiko di tempat kerja.
  • Paparan terhadap logam berat seperti merkuri dan timbal dapat menyebabkan cacat lahir, keguguran, dan masalah lain
  • Paparan terhadap pelarut, seperti produk pembersih dan pestisida dapat menyebabkan cacat janin
  • Paparan terhadap produk farmasi, seperti kemoterapi dapat meningkatkan angka keguguran, berat badan rendah, dan malformasi
  • Paparan terhadap infeksi di tempat kerja, seperti hepatitis, rubella, dan penyakit lain dapat meningkatkan banyak masalah selama hamil
  • Paparan terhadap agens fisik seperti radiasi dan limbah radioaktif dapat menyebabkan perkembangan janin abnormal, keguguran, dan masalah lain
  • Paparan terhadap panas ekstrem di tempat kerja saat kehamilan awal dapat meningkatkan cacat tabung saraf pada janin
  • Tuntutan pekerjaan, seperti berdiri atau berjalan lama, mengangkat benda berat, bekerja sif, dan stres pekerjaan dapat membahayakan kehamilan


Untuk bunda yang bekerja saat hamil sebaiknya beristirahat selama beberapa jam, makan makanan besar setiap 4 jam, minum banyak air saat di tempat kerja, variasikan posisi di tempat kerja secara kontinu dari duduk ke berdiri dan berjalan (American Medical Association, 2016).

Seks saat hamil

Pada kebanyakan kasus, berhubungan seks saat hamil tergolong aman. Pada kenyataannya, dokter atau bidan menyarankan hubungan seksual dapat dilanjutkan hingga pelahiran. Namun kadar hormon yang fluktuatif dan keluhan kehamilan seperti mual dan kelelahan dapat sementara mengurangi libido wanita hamil. Selain itu, perubahan yang terlihat pada tubuh wanita dapat memengaruhi hasrat seksual. Hubungan seksual harus dihindari jika gejala berikut terjadi.

  • Perdarahan pervaginam
  • Nyeri
  • Cairan amniotik atau ketuban bocor
  • Kontraksi


Tidur saat hamil

Seiring pertumbuhan janin di dalam uterus, berbaring telentang tidak dianjurkan karena tekanan pada vena kava inferior, vena besar yang mengembalikan darah dari tubuh bawah ke jantung. Selain itu, peningkatan tekanan pada punggung dan usus dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tidur tengkurap juga harus dihindari, karena tekanan pada janin.

Posisi tidur terbaik pada wanita hamil adalah berbaring miring, khususnya miring kiri, karena posisi ini memungkinkan aliran darah maksimum ke janin dan meningkatkan fungsi ginjal pada ibu. Aliran ginjal yang meningkat membantu mengurangi pembengkakan. Meletakkan sebuah bantal di antara lutut dapat membantu wanita hamil tidur miring lebih nyaman.


Cara Memperbanyak ASI

02.39.00 0

Cara Memperbanyak ASI


Salat satu alasan umum bunda menyerah memberikan ASI kepada bayinya adalah banyak bunda merasa mereka tidak mempunyai suplai ASI yang cukup untuk bayi mereka. Kebutuhan bayi tergolong sederhana dan sedikit: makanan, perhatian, dan kenyamanan. Bunda sudah membuat bayi bertumbuh di dalam rahim bunda selama 9 bulan. Tubuh bunda dirancang untuk melanjutkan pertumbuhan ini melalui menyusui. WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dan dilanjutkan ASI plus makanan tambahan lain hingga bayi berusia 2 tahun. Bunda dapat terus menyusui selama bunda dan anak bunda inginkan.




Pada beberapa minggu/bulan pertama, bunda dan bayi bunda mulai saling mengenal. Bunda bekerja bersama untuk meningkatkan suplai ASI. Menyusui bayi kapanpun ia butuhan akan membantu bayi mendapatkan seluruh ASI yang ia butuhkan untuk bertumbuh dan berkembang. Harus diingat bahwa setiap bayi berbeda. Bayi bunda tidak sama dengan bayi kakak atau tetangga bunda.



Mekanisme Menyusui

Selama kehamilan, payudara bunda berubah dan berkembang agar siap untuk menghasilkan air susu bagi bayi bunda. ASI berada di dalam payudara meski jika bayi lahir prematur. Jumlahnya biasanya meningkat pesat beberapa hari setelah kelahiran (ASI keluar). ASI pertama yang keluar setelah kelahiran dan, sering kali sebelum kelahiran, disebut kolostrum. Air susu yang kental berwarna kekuningan ini lebih pekat daripada ASI matur. Kolostrum kaya akan protein dan antibodi yang membantu untuk melindungi bayi dari penyakit. Bayi bunda hanya butuh sedikit makanan dalam beberapa pertama kehidupan. Jumlah kolostrum dalam payudara bunda cukup untuk memenuhi kebutuhannya. ASI matur, yang encer dan berwarna putih kebiruan, secara bertahap menggantikan kolostrum seiring waktu.

Saat bayi mengisap payudara, bayi merangsang saraf kecil di puting. Ini menyebabkan pelepasan hormon ke dalam aliran darah bunda. Salah satu hirmon (prolaktin) mengaktifkan jaringan pembuat ASI. Hormon lain (oksitosin) menyebabkan payudara mengeluarkan (letdown) ASI (let-down reflex).
Bagaimana mengetahui jika bayi cukup mendapatkan ASI

Jika bayi menunjukkan tanda berikut maka ini berarti bunda mempunyai ASI yang cukup.
  • Sedikitnya mengganti 6 sampai 8 popok kain yang basah atau sedikitnya mengganti 5 popok sekali pakai yang sangat basah dalam 24 jam. Urine tidak boleh berbau dan berwarna jernih/sangat pucat. Bayi yang lebih muda biasanya buang air besar sebanyak 3 kali atau memiliki feses yang lebih lembut setiap hari selama beberapa minggu. Bayi yang lebih tua kemungkinan lebih jarang buang air besar. Urine yang berbau menyengat dan gelap atau buang air besar yang jarang menunjukkan bayi membutuhkan lebih banyak ASI dan bunda harus mencari saran medis.
  • Warna kulit dan tonus otot yang baik. Jika bunda dengan lembut mencubit kulitnya, seharusnya kulitnya elastis kembali ke posisi semula engan cepat.
  • Bayi bunda terjaga dan tampak kenyang serta tidak mau terus meminta disusui. Akan tetapi, normal bagi bayi untuk beristirahat sejenak saat ia disusui lebih sering. Juga merupakan hal yang wajar jika bayi bangun di malam hari untuk minta disusui. Beberapa bayi tidur sepanjang malam pada bulan pertama kehidupan sementara bayi lainnya bangun di malam hari selama beberapa waktu.
  • Terjadi peningkatan berat badan dan pertumbuhan panjang badan dan lingkar kepala.


Bagaimana meningkatkan ASI: Permintaan = Suplai

Untuk meningkatan suplai ASI, kiat berikut dapat membantu.
  • Selain memastikan bahwa bayi menyusu dengan posisi mulut yang benar,  bunda akan menemukan cara tercepat dan paling berhasil untuk meningkatkan suplai ASI adalah dengan menyusui bayi dengan lebih sering. Tawarkan menyusu setiap 2-3 jam selama siang hari, selama beberapa hari, atau tingkatkan frekuensi menyusui dengan menawarkan payudara di antara waktu menyusu yang biasanya.
  • Ini cara mudah untuk meningkatkan frekuensi menyusuii. Jika bayi tidak tenang setelah disusui, tunggu 20 atau 30 menit dan kemudian tawarkan menyusui kembali dengan waktu singkat. Pemberian tambahan menyusui dan timangan selama beberapa menit ini dapat menenangkan dan memuaskannya.
  • Biarkan bayi menyelesaikan menyusu satu payudara dahulu sebelum menggatinya dengan payudara lainnya. Beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu 20 menit atau lebih lama untuk mengosongkan payudara dan mendapatkan semua ASI yang kaya kalori. Biarkan bayi bunda yang memutuskan lama menyusui.
  • Atau, bunda mungkin merasa terbantu untuk bergantian menyusui payudara yang satu dengan yang lainnya selama beberapa kali selama menyusui, kapan pun bayi tampak mengisap kurang kuat. Beberapa orang menemukan bahwa ini membantu bayi untuk mengisap lebih kuat dan merangsang let down reflex yang baik.
  • Bunda juga dapat memasase payudara. Masase ke arah puting di semua sisi payudara saat bayi disusui. Hati-hati jangan mengenai puting di dalam mulut bayi.
  • Jika bayi terbangun, bunda dapat menawarkan sedikit susu tanpa menunggu bayi menangis meminta susu.
  • Bunda dapat mencoba menawarkan payudara untuk menenangkan bayi selama beberapa hari, dan bukannya strategi pemberian rasa nyaman lain (mis., dummy puting/dot)
  • Bunda mungkin merasa bahwa ada kalanya bayi mengalami periode rewel saat bayi ingin disusui lebih sering.
  • Meski sangat beragam, banyak bayi baru harus disusui 8-12 kali atau lebih dalam 24 jam. Bayi umumnya lebih jarang menyusu saat ia berusia lebih tua.
  • Untuk meningkatkan suplai ASI, bunda harus menyusui bayi lebih sering daripada frekuensi menyusui biasanya. Menyusui tidak perlu sangat lama, hanya lebih sering. Dalam 24 jam, bayi mungkin hanya disusui 5-10 menit, atau bayi lainnya mungkin disusui selama 30 menit atau lebih lama, terutama saat bayi disusui tidur lebih lambat dan tampak kenyang.
  • Bantu ASI keluar dengan cepat. Relaks dan nikmati waktu menyusui. Coba singkirkan distraksi (matikan handphone, pasang tanda “jangan diganggu”di depan pintu), kemudian duduk bersama bayi di kursi yang nyaman. Napas dalam, relaksasikan tiap anggota tubuh bunda seperti yang bunda pelajari di kelas antenatal. Siapkan air minum, buku atau majalah didekat bunda, dengarkan radio atau menonton TV.
  • Banyaknya ASI yang diisap bayi saat menyusu sangat beragam pada setiap bayi. Tidak perlu khawatir jika bayi bunda tampak kenyang saat baru sebentar disusui. Beberapa bayi kadang menyukai terus mengisap lama setelah aliran ASI berangsur-angsur berkurang. Hal ini juga wajar. Bayi bunda akan memberi tahu bunda seberapa lama ia harus menyusu.
  • Bayi yang memiliki posisi dan pelekatan yang benar lebih mmpu untuk mengosongkan payudara dengan baik.


LEBIH SERING MENYUSUI BERARTI LEBIH BANYAK ASI!

  • Susui bayi lebih sering dari biasanya
  • Periksa bahwa bayi diposisikan dengan benar di payudara
  • Biarkan bayi memutuskan lama menyusu


Jika bunda sudah mencoba kiat ini dan masih merasa suplai ASI rendah, bicarakan dengan konsultan laktasi.


MPASI

00.14.00 1


MPASI 


MPASI atau makanan pendamping ASI diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Pada usia 6 bulan pertama, bayi sebaiknya hanya diberikan ASI atau susu formula. Setelah usia 6 bulan, air susu ibu (ASI) atau formula tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, makanan pendamping harus ditambahkan ke dalam diet anak. Transisi dari ASI eksklusif atau formula ke makanan keluarga, disebut sebagai makanan pendamping ASI (complementary feeding), yang biasanya diberikan hingga bayi berusia 6 sampai 18-24 bulan, dan merupakan periode yang sangat rentan bagi bayi. Pada saat ini malnutrisi mulai terjadi pada banyak bayi, yang sangat berkontribusi terhadap tingginya angka prevalensi malnutrisi pada anak balita (anak di bawah usia 5 tahun) di seluruh dunia. WHO memperkirakan bahwa 2 dari 5 anak mengalami pertumbuhan yang pendek di negara berpendapatan rendah.

Mpasi


Makanan pendamping ASI harus diberikan tepat waktu, yang berarti bahwa semua bayi harus mulai menerima makanan tambahan selain ASI sejak usia 6 bulan ke atas. Makanan pendamping ASI harus adekuat (cukup), yang berarti bahwa makanan pendamping harus diberikan dalam jumlah, frekuensi, konsistensi, dan menggunakan berbagai makanan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi anak yang bertumbuh sementara mempertahankan pemberian ASI atau formula.

Mpasi


Makanan harus disiapkan dan diberikan dengan cara yang aman, yang berarti bahwa tindakan yang diambil untuk meminimalkan risiko kontaminasi dengan patogen. Dan MPASI harus diberikan dengan cara yang tepat, yang berarti bahwa makanan yang diberikan mempunyai tekstur yang tepat atau sesuai dengan usia anak dan menerapkan pemberian makan yang responsif yang mengikuti prinsip asuhan psiko-sosial.

Keadekuatan makanan pendamping ASI (keadekuatan dalam waktu yang tepat, adekuat, aman, dan tepat) bukan hanya bergantung pada ketersediaan berbagai makanan dalam rumah tangga, tetapi juga praktik pemberian makanan oleh pengasuh. Memberi makan bayi membutuhkan asuhan dan stimulasi yang aktif, yakni pengasuh berespons terhadap isyarat anak terhadap lapar dan juga memotivasi anak untuk makan. Ini juga disebut sebagai pemberian makan responsif dan aktif.

WHO menganjurkan bahwa bayi yang mulai menerima makanan pendamping ASI saat berusia 6 bulan selain ASI atau formula, pada awalnya sebanyak 2-3 kali sehari pada usia 6-8 bulan, meningkat menjadi 3-4 kali sehari pada usia 9-11 bulan dan usia 12-24 bulan dengan tambahan kudapan bergizi yang diberikan 1-2 kali, jika ingin.

Praktik pemberian makan yang tidak tepat sering kali berperan lebih besar menyebabkan ketidakcukupan asupan dibandingkan ketersediaan makanan di dalam rumah. Riset menunjukka bahwa pengasuh membutuhkan dukungan keterampilan untuk memberi makan bayi secara adekuat.

Pertumbuhan satu bayi tidak sama dengan pertumbuhan bayi lainnya, namun bayi sebaiknya tidak diberi MPASI sebelum usia 6 bulan, karena pada usia ini sistem pencernaan bayi sudah lebih matang menerima asupan selain susu. Dalam memberikan MPASI Orang tua dan pengasuh juga harus memperhatikan tanda-tanda ketika anak sudah siap makan antara lain:

  • Bayi sudah dapat menegakkan kepalanya (umumnya usia 4-5 bulan). Hal ini penting agar lehernya lurus ketika ia menelan makanan
  • Bayi sudah mau membuka mulut lebar-lebar jika didekatkan dengan sendok
  • Bayi dapat meraih makanan dan memasukkan ke mulutnya
  • Bayi dapat duduk sendiri tanpa bantuan dengan kepalanya dapat disangga tubuh dengan baik
  • Bayi tampak tertarik dengan makanan yang kita makan. Ia akan tampak memandangi suapan demi suapan dan bagkann merengek ingin mencicipi makanan
  • Perubahan pola makan dan tidur. Bayi yang sudah siap menerima MPASI biasanya membutuhkan makanan lebih banyak ketimbang biasanya, dengan demikian pola makan dan pola tidur berbeda dari biasanya. Ia menjadi lebih sering meminum susu daripada biasanya. Dan biasanya sudah dapat tidur lama di malam hari, sehingga tidak bangun 2 sampai 3 jam. Atau, bangun lebih pagi daripada biasanya dan menangis meminta susu.


Tidak ada aturan baku yang menjelaskan mengena urutan pemberian MPASI kepada bayi, tetapi sebaiknya berikan sesuai dengan urutan makanan ini. Untuk bayi usia 6 bulan, bunda dapat memberikan sayur dan buah yang dihaluskan, seperti pisang, alpukat, apel, atau melon. Bunda juga dapat memberikan bubur atau nasi yang dihaluskan. Selanjutnya, jika bayi sudah terbiasa dengan buah dan sayur, bunda dapat mulai memberikannya lauk, seperti daging ayam, ikan, atau telur yang dihaluskan.

Mpasi buat 6 bln


Untuk bayi usia 8-9 bulan, umumnya mereka mulai makan tiga kali sehari. Selain makanan yang dihaluskan, bunda dapat mulai memperkenalkan finger foods atau makanan yang dipotong kecil-kecil, misalnya wortel, kentang, dan buncis rebus yang dipotong kecil-kecil. Tetap berikan ASI kapan pun bayi inginkan.

Untuk bayi usia 12 bulan, bayi sudah makan tiga kali sehari ditambah dua kali kudapan. Misalnya, 3-4 porsi nasi, kentang, atau roti, 3-4 porsi sayur, 2 porsi ikan, telur, atau daging, ditambah kudapan 3-4 porsi buah potong.

Yang perlu diperhatikan ketika memberikan MPASI adalah:
  • Jangan terlalu memberikan banyak jus karena dapat menyebabkan diare
  • Hindari memberi susu sapi dan susu kambing untuk bayi di bawah usia 1 tahun karena susu tersebut mengandung protein kompleks yang sulit diurai di usus bayi
  • Jangan memberikan madu untuk bayi di bawah 1 tahun karena madu mengandung bakteri yang dapat menyebabkan botulisme
  • Hindari memberikan biji-bijian dan makanan kecil yang berisiko menyebabkan tersedak, mis., kacang, permen, dll
  • Hindari menambahkan MSG, gula, dan garam ke dalam makanan sebelum anak berusia 1 tahun karena berbahaya bagi ginjal bayi
  • Hindari memberi makanan cepat saji dan makanan kemasan, seperti bubur bayi instan
  • Tetap berikan ASI hingga 2 tahun, ingat MPASI adalah makanan Pendamping ASI bukan makanan Pengganti ASI. Berikan ASI sesuai permintaan bayi. Sekitar usia 6 buan, bayi umumnya mengonsumsi 800 ml susu dan setelah usia 1 tahun konsumsinya menurun menjadi 600 ml.


Cara Menyusui yang Benar

19.13.00 1

Cara Menyusui yang Benar


Meski menyusui merupakan sesuatu yang alami, sebagian ibu kesulitan melakukannya. Salah satu penyebabnya adalah pelekatan bayi yang salah. Pelekatan merupakan bagian penting keberhasilan menyusui. Jika pelekatan bayi bunda salah pada payudara, menyusui dapat menjadi hal yang menyakitkan. Bayi pun tidak optimal mengisap sehingga asupan ASI untuk bayi menjadi berkurang dan bayi kekurangan nutrisi. Terdapat teknik khusus yang dapat digunakan ketika melekatkan bayi pada payudara.




Posisi bunda menggendong bayi saat menyusui juga sangat penting. Ketika posisi menyusui dan perlekatan bayi sudah benar, menyusui dapat menjadi pengalaman yang menakjubkan antara bunda dan bayi. Konsultan laktasi terbukti dapat membantu mendapakan teknik menyusui yang benar.

Teknik menyusui yang benar


Menyusui dapat menyebabkan puting terasa sakit. Ketika perlekatan diperbaiki, kenyamana jangka panjang akan bunda dapatkan. Bunda dapat mengoleskan krim puting untuk meringankan nyeri dengan segera.

Bayi bunda pertama kali dapat menunjukkan beberapa isyarat lapar, yang mengisyaratkan bahwa ia siap untuk disusui. Ia mungkin pertama kali mengisap dengan bibir, lidah, jari, atau kepalan tangannya. Rengekan dan kerewelan pada saat ini juga merupakan indikator bahwa bayi merasa lapar. 



Tangisan merupakan isyarat terakhir lapar dan dapat membuatnya semakin sulit untuk menyusu.
Coba perhatikan dan pelajari isyarat awal lapar tersebut. Ingat bahwa empeng, dot, dan mengayun-ayun dapat menghambat isyarat lapar, karena mulut dan tangan bayi terkekang.
Teknik menyusui dengan posisi menyusui yang benar, dapat membantu memastikan perlekatan yang baik:
  • Duduk di kursi yang nyaman dengan sandaran punggung untuk menyusui bayi. Gunakan sandaran kaki untuk mengistirahatkan kaki yang akan membantu menjaga postur yang baik dan mencegah bunda dari ketegangan leher dan bahu
  • Gunakan bantal sandaran menyusui untuk menyangga kepala bayi dan tangan bunda. Bantal menyusui yang baik dapat membuat perbedaan besar dalam mendapatkan posisi perlekatan yang benar.
  • Pastikan perut bayi menempel pada perut ibu setiap kali menyusui
  • Ingat untuk menjaga telinga, bahu, dan pinggul bayi sejajar, yang akan membuatnya mudah menelan.
  • Hidung bayi harus berlawanan dengan puting bunda.
  • Bunda mungkin dapat memegang payudara untuk membantu memandu puting ke arah mulut bayi. Cengkeram sisi payudara, gunakan cengkeraman membentuk huruf C atau U. Pastikan bunda menjaga jari jauh dari puting sehingga tidak memengaruhi cara bayi melekat
  • Arahkan puting ke bagian atas bibir/hidung, bukan di tengah mulut. Bunda perlu menggosokkan puting di atas bibir bayi agar mulut bayi terbuka
  • Kepala bayi harus sedikit menengadah ke belakang. Dagu bayi tidak boleh menempel pada dadanya
  • Ketika bayi membuka mulutnya lebar dengan dagu dan lidah menempel pada payudara bunda, bayi dapat langsung melekat pada puting. Jika bayi tidak membuka lebar mulutnya, jangan mendorong puting masuk ke dalam mulutnya dan menggoyangkan mulut yang terbuka. Lebih baik gelitik bibirnya kembali dengan puting kemudian tunggu hingga mulut bayi terbuka
  • Coba masukkan puting hingga tersisa sedikit aerola (area di sekitar puting) ke dalam mulut bayi
  • Dagu bayi harus berada melekat di bagia bawah payudara bunda
  • Perhatikan apakah bagian bawah dan atas bibir megap-megap seperti bibir ikan. Jika tidak, bunda dapat memasukkan jari kelingking untuk menarik bawah puting ke arah bawah dan membuka bagian atas bibir untuk memasukkan payudara ke atas lagi.
  • Tanda perlekatan yang baik adalah ketika bunda tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan berat badan bayi bertambah sesuai usianya serta ibu dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI
  • Jika ibu merasa nyeri, lepas perlekatan dengan memasukkan jari kelingking ke arah gusi dan puting, kemudian ulangi perlekatan
  • Umumnya bayi akan menyusu selama 5 sampai 40 menit bergatung pada kebutuhannya.
Tanda bahwa bayi melekat dengan baik
  • Lidah terlihat saat bibir bawah di tarik ke bawah
  • Telinga bergoyang
  • Terdapat gerakan melingkar (sirkular) pada rahang dan bukan gerakan dagu yang cepat
  • Pipi bulat (menggembung)
  • Bunda tidak mendengar suara mendecak atau klik
  • Bunda dapat mendengar saat bayi menelan
  • Dagu menempel payudara
  • Saat bayi berhenti menyusu, puting tidak gepeng atau berubah bentuk
  • Ketidaknyamanan atau nyeri telah hilag setelah perlekatan baik
  • Bayi selesai menyusu dengan tanda kepuasan/kenyang. Antara lain: bayi tampak relaks, tertidur di payudara, telapak tangan membuka, dan/atau tertidur.


Perkembangan bayi usia 1 sampai 7 bulan

18.52.00 0

Perkembangan bayi usia 1 sampai 7 bulan.


Perkembangan Bayi

Perkembangan fisik bayi bunda merupakan hal yang paling menarik dan dapat menjadi hal yang membanggakan bagi bunda. Dari duduk ke merangkak, berjalan ke berbicara, senyum ke tertawa, masing-masing pencapaian merupakan penanda perkembangan. American Academy of Pediatrics telah mengidentifikasi penanda perkembangan penting untuk bayi usia 1 sampai 3 bulan.

Perkembangan Bayi


Bayi Usia 1 bulan

Mengangkat kepala dan dada saat dibaringkan tengkurap



Bunda harus sering-sering menidurkannya dengan tengkurap. Setiap kali ia mengangkat kepalanya meski hanya beberapa detik, itu berari ia sedang menguatkan otot lehernya. Pada usia ini, bayi mulai terlihat lebih tinggi dan kurus. Hal ini disebabkan tulang dan otot bayi bertumbuh dan tungkainya sedang meregang.

Melihat wajah dengan intens

Berikan cermin yang terbuat dari plastik untuk digantung di atas  atau di dekat tempat tidur bayi atau di dekat meja untuk mengganti popok atau pakaian bayi. Ia akan suka melihat ekspresi wajah dan gerakannya sendiri. Saat ini ia dapat melihat wajah bunda secara utuh, dan bukannya hanya berfokus secara individual seperti hanya melihat mata bunda saja. 

Senyum saat mendengar suara bunda

Senyum saat mendengar suara bunda


Bicara dengannya dengan suara yang dramatis. Suara bernada tinggi, perlahan, dan keras adalah kesukaannya. Lebarkan mata dan mulut bunda untuk memotivasinya tersenyum. Bayi paling menyukai suara bunda karena suara bunda mengingatkannya akan makanan, kenyamanan, dan kehangatan.

Mulai membuat senyum sosial

Bicara sambil tersenyum kepadanya. Kadang kala ia sengaja tersenyum lebar kepada bunda dan bahkan mengoceh untuk mendapat perhatian bunda. Balas segera senyumnya. Demikianlah, bunda dapat mulai membuat percakapan sambil tersenyum dengan memberinya senyuman terlebih dahulu kapanpun bunda mengetahui ia melihat bunda dengan saksama. Bayi bunda mungkin malu untuk bertatap muka dengan bunda dahulu, tetapi membuat percakapan sambil tersenyum membantunya menjadi semakin berani tersenyum.

Bayi usia 2 sampai 3 bulan

Menyangga tubuh bagian atas dengan lengan saat tengkurap

Bayi Tengkurap


Sering-sering tengkurapkan bayi. Motivasi bayi untuk mengangkat tubuh bagian atasnya dengan berbicara kepadanya atau menggantungkan mainan berwarna terang di depannya. Bayi yang jarang ditengkurapkan dapat kesulitan belajar berguling dan merangkak.

Mengikuti benda atau objek yang bergerak

Gantung mainan berwarna warni yang dapat bergerak di atas tempat tidurnya. Pertama-tama setel mainan dengan kecepatan minimal. Saat ia sudah lebih baik mengikuti objek, perlahan-lahan tingkatkan kecepatan. Pada usia ini, mata bayi harus dapat bekerja bersama-sama untuk bergerak dan fokus. Jika tidak demikian, bicarakan dengan dokter anak.

mainan berwarna warni yang dapat bergerak di atas tempat tidurnya


Mulai mengoceh

Bacakan cerita kepada bayi dengan sering. Pilih buku bayi yang mempunyai gambar berwarna terang dan pola kontras yang tinggi untuk menstimulasi visualnya. Dengan mendengarkan apa yang bunda bicarakan, bayi belajar pentingnya komunikasi verbal.

Bayi Usia 4-7 bulan

Senang berada di dekat bayi lain

Saat bayi bunda terjaga  dan ceria/gembira, biarkan teman dan keluarga lain menggendongnya. Saat ia merasa semakin nyaman dengan orang lain, ikut sertakan ia dalam kelompok bermain dengan anak-anak sekitar usianya. Ia mungkin menangis saat harus berhenti bermain. Menggendong dan menyamankannya saat ia sedih dapat meningkatkan kepercayaan dan rasa cintanya kepada bunda.



Meregangkan dan menendangkan kaki saat berbaring

Ketika bayi tengkurap atau lelentang, ikatkan mainan bel atau lonceng pada pergelangan kakinya. Ia akan senang belajar bahwa tendangannya dapat menghasilkan suara atau bunyi. Sebagian bayi belajar berguling dari depan ke belakang pada usia ini. Pastikan bunda mengawasinya sehingga ia tidak berguling ke arah atau sudut yang berbahaya.

Mengenal objek familiar dan orang dari jarak jauh

Ketika bunda masuk ke kamar, berbicara kepada bayi dari pintu masuk. Jika ia tampak tidak dapat menemukan bunda, bergeser sedikit mendekat lagi. Juga coba taruh mainan favoritnya di rak atau di ambang jendela. Perhatikan apakah ia dapat melihat atau menemukannya. Jika tidak, goyangkan mainan untuk menarik perhatiannya. Mengarahkan bayi untuk melihat jauh ke arah jendela merupakan tanda lain bahwa perkembangan penglihatan jarak jauhnya berkembang baik.

Mulai meniru suara

Setelah bayi mandi atau ketika bunda sedang memakaikan pakaiannya, sebutkan bagian tubuhnya ketika bunda menyetuhnya. Buat sajak konyol seperti “Perut, mulut!” semakin banyak atau sering bunda berbicara dengannya, ia akan mulai mengingat suara yang bunda ucapkan. Pada usia in, bunda harus mulai melatih bayi berbahasa. Bayi belajar banyak dengan mendengarkan bahasa orang dewasa.

Semakin komunikatif dan ekspresif dengan wajah dan tubuh

komunikatif dan ekspresif dengan wajah dan tubuh


Selalu berespons terhadap isyarat bayi. Menjerit, merengek, dan menangis merupakan tanda bahwa ia lapar, mengompol, lelah, kesepian, atau tidak nyaman. Saat bunda semakin terpapar dengan isyaratnya, bunda akan dapat berespons terhadap kebutuhannya sebelum ia sendiri tidak yakin apa yang membuatnya tak-nyaman. Ketika semua kebutuhan bayi terpenuhi dan ia sedikit rewel, coba alihkan dengan mengajaknya pergi keluar.

Membuka dan menutup tangan

Taruh rattle (kerincing) atau mainan lain di tangannya yang terbuka dan lihat apakah ia menggenggamnya. Cium telapak tangan atau gambar telapak tangannya dengan jari bunda. Karena bayi bunda belum sadar bahwa tangan dan kakinya adalah miliknya, ia akan takjub ketika secara tidak sengaja mereka melihatnya.

Mulai menggunakan koordinasi tangan dan mata

Dudukkan bayi di pangkuan bunda dan perlahan gerakkkan/goyangkan mainan lembut di depan wajahnya. Dorong ia untuk memukul mainan itu dengan tangannya. Meski awalnya ia tidak menyentuhnya, latihan ini akan membantu mengembangkan keterampilannya. Latihan ini juga membantu mengembangkan persepsi dalam bayi bunda.

Menolehkan kepala ke arah suara    

Perkenalkan bayi dengan banyak suara yang berbeda. Bernyanyi untuknya, ajak ia keluar, dan berjalan-jalan bersama bunda. Jangan takut ia terpapar dengan keramaian atau datang bersamanya ke pertunjukan musik yang ramah-keluarga. Ia masih terkejut dengan suara keras, jadi siapkan diri untuk menenangkannya jika pengalaman tersebut membuatnya kewalahan.

Meniru beberapa gerakan dan ekspresi wajah

Bayi meniru beberapa gerakan dan ekspresi wajah


Dudukkan bayi di pangkuan bunda menghadap bunda. Genggam tangannya dan nyanyikan lagu anak bersajak atau pilih lagu kesukaan bunda dan tambahkan gerakan sendiri, seperti bertepuk tangan sesuai ketukan lagu atau sentuh kepalanya kapan pun kata tertentu diulang. Semua bayi berkembang dengan kecepatan berbeda, tetapi jika senyuman bayi tidak simetris, bunda dapat mendiskusikannya dengan dokter anak.

Menapakkan kaki 

Angkat bayi sehingga kakinya menapak di permukaan yang keras. Dengan meluruskan dan menekukkan tumit, ia dapat terpental kembali (memantul). Selain bunda sebagai penyangga keseimbangan, ia akan dapat berlatih berdiri sendiri. Refleks stepping (berjalan dan melangkah) bayi baru lahir harus hilang di usia ini.

Mendekatkan tangan ke mulut

Bayi mendekatkan tangan ke mulut


Meski jika tampaknya bayi bunda menampar/memukul mulut dan tangannya sendiri, biarkan ia mencoba membawa jari-jarinya ke mulutnya. Hal ini merupakan keterampilan perkembangan yang penting. Ia pada akhirnya akan mencapai targetnya, dan ia akan mampu mengisap ibu jarinya kapanpun ia inginkan. Sementara mengisap jempol membantu bayi menenangkan dirinya sendiri, hal ini juga dapat menyebabkan masalah gigi. Ikatan Dokter Gigi Indonesia menganjurkan menyapih anak dari mengisap jempol pada saat anak tumbuh gigi pertama.

Menggenggam dan menggoyangkan mainan

Berikan bayi benda untuk dipegang dan dimainkan. Mainan ringan berwarna-warni yang paling mudah, tetapi benda sehari-hari, seperti cangkir ukur dari plastik, juga baik karena mereka mudah dicuci. Bayi juga harus dapat menjangkau benda. Gantungkan mainan di atas kepalanya dan lihat apakah ia dapat menyentuhnya dengan kesenangan.